Jam

animasi

Jumat, 21 Maret 2014

Menangis Terakhir



Aku sama sekali tidak ingin membela diri. Aku tahu kalau aku memang salah. Tapi kenapa aku tidak diberi kesempaatan lagi untuk meminta maaf dan bilang bahwa aku menyadari kesalahanku, dan kepada teman-teman semua aku minta maaf. Aku mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Tapi saat itulah aku disudutkan. Aku menunggu kesempatan untuk ditaawarkan apa yang ingin disampaikan namun sekali lagi aku tidak mendapatkan itu.
Kali ini aku berpikir bahwa teman-teman yang bersedih diawal merasa gembira di akhir karena mendapatkan apa yang mereka inginkan. Sedangkan aku berada pada rasa bersalah yang tak sempat aku ungkapkan. Mungkin aku terlalu egois tidak mementigngkan orang lain. Mungkin ini teguran untukku untuk lebih berhati-hati dalam bersikap.
Kemballi dari kamar aku mendengar suara tawa mereka yang bahagia mendapatkan apa yang memang seharusnya menjadi milik kami. Malu, sedih, kesal disudutkan memang tidak enak. Aku memang anak cengeng dan egois.
Aku malu untuk melepaskan air mata ini untuk mengalir didepan orang banyak. Mungkin itu sebabnya aku yang menangis terakhir untuk hari ini. aku tak pernah ingin mendengar kata-kata itu keluar dari mulutnya. Aku berusaha menenangkan pikiranku. Dan aku pun tak sangggup menahan emosi dan aku lepaskan semua dikamar.
Terimakasih teman-teman yang menghiburku. Aku tahu kalian teman yang baik yang paing mengerti aku. Aku memang salah dan aku sadar. Dan dengan gentle aku bilang bahwa aku salah. Terimakasih bu sudah menyadarkanku.

Kamis, 20 Maret 2014

inspirasi


(cerita ini tanggal 28 Januari, aku rasa ini tulisanku yang rada-rada bener. hehe)
Hari ini aku terbangun dari tidurku dan aku masih diberikan Yang Maha Kuasa untuk merasakan udara dalam tenggorokanku dan nikmat pagi yang hening bersama teman sekamar. Pukul 04.00 wib aku keluar kamar untuk sikat gigi dan berwudhu. Sengaja aku tidak menghidupkan lampu kamar agar temanku tidak terbangun. Setelah tahajud aku merasa ngantuk dan tertidur menelungkup di sajadah, aku tersadar ketika iqamah dikumandangkan, segera aku bangkit dan mengambil wudhu lagi. Kali ini aku menghidupkan lampu agar temanku ikut bangun dan aku segera shalat subuh.
Beberapa saat setelah selesai shalat terdengar suara ibu asrama membangunkan orang-orang di asrama, serentak temanku bangun dan cepat berkemas merapikan apa-apa yang masih berantakan.
Hari ini aku merasakan perubahan yang ada didririku setelah membaca buku yang ditulis oleh Oki Setiana Dewi. Dalam buku itu aku diajak kedalam cerita keseharian kak Oki (sok akrab)  yang tentunya pengalamannya yang tidak biasa, rasa sosial yang tinggi dan mengajarkanku untuk merenung dan bersyukur atas segala yang diberikan Sang Pencipta. Akal, fisik yang utuh, keluarga, kesempatan hidup dan belajar adalah hal yang patut untuk disyukuri. Buku itu mengajarkanku untuk bermuhasabah, dan berani untuk bermimpi memeluk bulan, artinya tidak mengecilkan harapan  impian itu walau setinggi apapun, karena Allah selalu mendengar hamba-Nya yang meminta pada-Nya.
Hari ini aku sangat bahagia, rasanya buku itu benar-benar bermanfaat untukku, aku berterimakasih kepada temanku Masita yang telah meminjamkan buku itu. Sosok penulisnya sungguh menginspirasi agar aku menjadi lebih baik dan selalu memperbaiki diri.
***Dikelas D-IV Kebidanan***
Aku menunggu giliran untuk simulasi, aku sempatkan untuk menulis, sebelumnya aku sempat membaca buku (walaupun tidak selesai hehe) yang aku dapatkan ketika peringatan maulid hari sabtu 25 Januari 2014 beberapa hari yang lalu, ketika aku tahu bahwa ada doorprize aku segera menyiapkan pertanyaan dan selain mengharapkan jawaban aku juga mengharapkan doorprize yang ternyata isinya buku tentang keoptimisan. Sepertinya buku itu tahu tentang kondisiku yang plinplan dalam menetukan tujuan serta kurang berpikir optimis.
Optimis itu sangat penting untuk menghargai setiap jiwa yang hidup dan menghargai kehidupan itu sendiri. Jika semua orang sadar dengan tujuan kehidupannya tidak akan pernah ada kegelapan yang menyelubungi pikiran dan perasaan seseorang hingga menyebabkan tindakan bunuh diri. Kehidupan adalah sebuah amanah yang diberikan Allah, dimana Allah nyatakan dalam Al-Qur’an bahwa Dia menjadikan manusia sebagai khlaifah di muka bumi. Artinya manusia mempunyai tanggung jawab untuk memimpin di dunia. Dan aku juga berpikir bahwa jika memang Sang Pencipta menciptakan kita untuk memimpin pastilah Dia memberikan jiwa kepemimpinan itu kepada manusia. Dan itu berarti kita semua berhak menjadi pemimpin. Namun kembali lagi pada pribadi orang itu sendiri, mau atau tidak mengmbangkan potensi yang ada.
"Optimis". Dalam kehidupan sehari-sehari kita juga harus mempunyai tujuan dan harapan agar kita mempunyai semangat dan selalu mengharapkan pertolongan Yang Maha Kuasa untuk memudahkan jalan kita.
Rasanya aku terhanyut ketika membaca buku-buku yang membangkitan semangat dan memberikanku  inspirasi untuk menjadi seorang penulis, aamiin... :)

salahku


(cerita ini sudah agak lama yaitu 18 desember 2013)
Apa yang aneh dari hari ini, entah aku pun tak tau... akhir-akhir ini aku membudayakan untuk membaca, sampai-sampai novel temanku pun ku baca.
 Makul 1 : Kewarganegaraan
Berhubung dosennya ada agenda lain jadi kulianya sampe bagian intermezzo aja a.k.a ga ada materi yang dibahas,... back to room (asrama)...
Makul ke 2 : fisika kesehatan
 Wajah dosennya enak dilihat tapi temen-temen sedikit kecewa karena dosennya sudah punya istri ( kasian deh)... masuk jam 11 tapi dosennya agak telat, ga tau kenapa aku juga lupa alasannya apa...back to room again... tidur...
Bangun-bangun makan+solat + ngaji, setelah itu, aku kalau ga salah baca novelnya Ool “The Lonely Hearts Club” sampai ashar...
Nah pas azan aku ga langsung solat, aku juga ga ngerti apa yang aku kerjakan , main hape ga jelas sambil gurau ga jelas sama teman.... tibalah waktunya antara ingin solat dan makan, aku putuskan untuk makan mi... aku melihat teko pemanas airnya cuma sedikit, aku berniat menambahnya. Ternyata air di galon juga habis. Aku menngantinya dengan galon yang masih utuh, aku buka tutupnya dengan susah payah sambil tetap bergurau dengan teman-teman,,,, tibalah saatnya menuang air kedalam gelas,,, n you know that, galon  yang berada di aas kursi tersebut jatuh dan pecah ... seketika kamar menjadi banjir... o’o... semua kelabakan, laptop, charger, tas, semua harus diamankan....
Sejenak melihat  kejadian itu berlalu begitu cepat, galon pecah air dimana-mana... dan aku tahu kesalahan itu semua berasal dari “Aku”. Aku tak tahu harus mulai dari mana. Aku menepikan galon dan mengepel lantai tersebut... dan sebenarnya kesel dan sedih tapi tetap tertawa sama teman-teman...
Hikmah dari ini adalah jangan sering tertawa, dan kami memang harus berbenah kamar karena hari ini adalah krida kamar,....
 Karena merasa lelah aku memutuskan solat magrib di kamar, setelah itu mengaji, belum selesai aku mengaji terdengar teriakan kakak tinggkat 3 agar semua adik tingkatnya kumpul, segera ku akhiri surah yang kubaca. Aku pun segera mengambil kardigan dan kerudung dan pergi ke barak 3.
Kami semua ditegur atas kesalahan yang sudah kami buat yang dilakukan individu maupun kelompok... tapi setelah itu kami juga diberi arahan serta diingatkan kembali tentang peraturan asrama, kemudian kami dipesankan agar pulang kampung dengan hati-hati dan berjaga-jaga. Entah arahan yang terlalu banyak atau bagaimana-bagaimana tapi kami semua dikumpulkan dan berdiri selama 2 jam dari setengah 7 sampai setengah 9, aku merasa seperti latihan Paskibra.
Setelah kami dibubarkan aku kembali ke ke kamar, duduk sejenak menghilangkan sengal pada kaki, setelah itu solat dan mengaji,sebelum itu aku sikat gigi dan cuci muka dulu.
Setelah solat aku melihat sita, aulia, dan echa makan snack, aku tergoda, akhirnya aku makan lagi walaupun sudah sikat gigi, sambil makan aku membaca postingan echa, kasian juga kan kalo ga ada yang baca... hahaha(jahatnya) alhasil aku tidur jam sebelas. Tapi sebelum tidur aku menyetel alarm untuk bangun sahur. 
 

Senin, 17 Maret 2014

sedikit prolog


Kenikir Fans Club
1)   Aulia Koesandini
Lahirnya di Singkawang, tapi besarnya di Sekadau. Arti namanya Aulia : Pemimpin ( bahasa Arab) Koesandini itu singkatan nama orang tuanya: Pak Joko dan Bu Esti. Aulia adalah ketua perdana dikamar ini sesuai namanya pemimpin. Orangnya dewasa, baik, tapi kadang-kadang bisa mengeluarkan kata-kata yang tak disangka (contohnya (maaf) kamfret) mungkin karena terbawa suasana. =_=
2)   Ersa Olivia
Nih dia princess Arab, paling pede, aktif, dan narsis. Dia anak baru di kenikir, mestinya harus di ospek buat bersihin kamar selama sebulan, hehehe... dia katanya atau katanya dia waktu SMA anak cheerleader gitu, dan yang paling pandai make up juga dia, kalau ga percaya periksa aja lemarinya pasti peralatan make up dan perawatan lainnya lebih banyak dari bajunya. Serius

3)   Fitria Ningrum
Biasanya dipanggil pipit, dia senangnya dengar tausiyah, suka curhat sama orang, dia orangnya mudah bergaul, mau mendengarkan nasehat orang lain dan ga bisa nyakitin perasaan orang lain terkecuali kalau terdesak emosi tingkat tinggi (mungkin)... peace pit...
4)   Masita Erianti
 Panggilannya Sita. Karakteristiknya Sanguin. Kalau bicara susah berhenti dan nadanya 8 oktaf,  tapi sebenarnya orangnya baik dan setia kawan, temannya banyak, setiap ada event pasti dia punya temen baru.(emang dasar sanguin kayak gitu kali yah :/ )

5)   Nurul Fadhilah
Panggilannya Ool ( untung huruf terakhirnya l bukan n) Cuma beda sehari sama aku, orangnya asik, humornya tinggi, tapi kadang-kadang suka mempersulit sesuatu, seringnya bilang “masalahnya, (bla bla bla)” kalau malam paling sensitif dengan suara dan hobinya bangun tengah malam sambil main gadget. :/

Teman sekamar? 
yang jelas di tempat aku kuliah mewajibkan maba a.k.a mahasiswa baru untuk tinggal di asrama selama satu tahun...
dan akhirnya aku pun sekamar dengan mereka dengan nama kamar "Kenikir"