Jam

animasi

Jumat, 21 Maret 2014

Menangis Terakhir



Aku sama sekali tidak ingin membela diri. Aku tahu kalau aku memang salah. Tapi kenapa aku tidak diberi kesempaatan lagi untuk meminta maaf dan bilang bahwa aku menyadari kesalahanku, dan kepada teman-teman semua aku minta maaf. Aku mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Tapi saat itulah aku disudutkan. Aku menunggu kesempatan untuk ditaawarkan apa yang ingin disampaikan namun sekali lagi aku tidak mendapatkan itu.
Kali ini aku berpikir bahwa teman-teman yang bersedih diawal merasa gembira di akhir karena mendapatkan apa yang mereka inginkan. Sedangkan aku berada pada rasa bersalah yang tak sempat aku ungkapkan. Mungkin aku terlalu egois tidak mementigngkan orang lain. Mungkin ini teguran untukku untuk lebih berhati-hati dalam bersikap.
Kemballi dari kamar aku mendengar suara tawa mereka yang bahagia mendapatkan apa yang memang seharusnya menjadi milik kami. Malu, sedih, kesal disudutkan memang tidak enak. Aku memang anak cengeng dan egois.
Aku malu untuk melepaskan air mata ini untuk mengalir didepan orang banyak. Mungkin itu sebabnya aku yang menangis terakhir untuk hari ini. aku tak pernah ingin mendengar kata-kata itu keluar dari mulutnya. Aku berusaha menenangkan pikiranku. Dan aku pun tak sangggup menahan emosi dan aku lepaskan semua dikamar.
Terimakasih teman-teman yang menghiburku. Aku tahu kalian teman yang baik yang paing mengerti aku. Aku memang salah dan aku sadar. Dan dengan gentle aku bilang bahwa aku salah. Terimakasih bu sudah menyadarkanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar