Aku sama sekali tidak ingin membela diri. Aku tahu kalau aku
memang salah. Tapi kenapa aku tidak diberi kesempaatan lagi untuk meminta maaf
dan bilang bahwa aku menyadari kesalahanku, dan kepada teman-teman semua aku
minta maaf. Aku mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Tapi saat itulah aku
disudutkan. Aku menunggu kesempatan untuk ditaawarkan apa yang ingin
disampaikan namun sekali lagi aku tidak mendapatkan itu.
Kali ini aku berpikir bahwa teman-teman yang bersedih diawal
merasa gembira di akhir karena mendapatkan apa yang mereka inginkan. Sedangkan
aku berada pada rasa bersalah yang tak sempat aku ungkapkan. Mungkin aku
terlalu egois tidak mementigngkan orang lain. Mungkin ini teguran untukku
untuk lebih berhati-hati dalam bersikap.
Kemballi dari kamar aku mendengar suara tawa mereka yang
bahagia mendapatkan apa yang memang seharusnya menjadi milik kami. Malu, sedih,
kesal disudutkan memang tidak enak. Aku memang anak cengeng dan egois.
Aku malu untuk melepaskan air mata ini untuk mengalir
didepan orang banyak. Mungkin itu sebabnya aku yang menangis terakhir untuk hari ini. aku
tak pernah ingin mendengar kata-kata itu keluar dari mulutnya. Aku berusaha
menenangkan pikiranku. Dan aku pun tak sangggup menahan emosi dan aku lepaskan
semua dikamar.
Terimakasih teman-teman yang menghiburku. Aku tahu kalian
teman yang baik yang paing mengerti aku. Aku memang salah dan aku sadar. Dan
dengan gentle aku bilang bahwa aku salah. Terimakasih bu sudah menyadarkanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar