Jam

animasi

Kamis, 20 Maret 2014

inspirasi


(cerita ini tanggal 28 Januari, aku rasa ini tulisanku yang rada-rada bener. hehe)
Hari ini aku terbangun dari tidurku dan aku masih diberikan Yang Maha Kuasa untuk merasakan udara dalam tenggorokanku dan nikmat pagi yang hening bersama teman sekamar. Pukul 04.00 wib aku keluar kamar untuk sikat gigi dan berwudhu. Sengaja aku tidak menghidupkan lampu kamar agar temanku tidak terbangun. Setelah tahajud aku merasa ngantuk dan tertidur menelungkup di sajadah, aku tersadar ketika iqamah dikumandangkan, segera aku bangkit dan mengambil wudhu lagi. Kali ini aku menghidupkan lampu agar temanku ikut bangun dan aku segera shalat subuh.
Beberapa saat setelah selesai shalat terdengar suara ibu asrama membangunkan orang-orang di asrama, serentak temanku bangun dan cepat berkemas merapikan apa-apa yang masih berantakan.
Hari ini aku merasakan perubahan yang ada didririku setelah membaca buku yang ditulis oleh Oki Setiana Dewi. Dalam buku itu aku diajak kedalam cerita keseharian kak Oki (sok akrab)  yang tentunya pengalamannya yang tidak biasa, rasa sosial yang tinggi dan mengajarkanku untuk merenung dan bersyukur atas segala yang diberikan Sang Pencipta. Akal, fisik yang utuh, keluarga, kesempatan hidup dan belajar adalah hal yang patut untuk disyukuri. Buku itu mengajarkanku untuk bermuhasabah, dan berani untuk bermimpi memeluk bulan, artinya tidak mengecilkan harapan  impian itu walau setinggi apapun, karena Allah selalu mendengar hamba-Nya yang meminta pada-Nya.
Hari ini aku sangat bahagia, rasanya buku itu benar-benar bermanfaat untukku, aku berterimakasih kepada temanku Masita yang telah meminjamkan buku itu. Sosok penulisnya sungguh menginspirasi agar aku menjadi lebih baik dan selalu memperbaiki diri.
***Dikelas D-IV Kebidanan***
Aku menunggu giliran untuk simulasi, aku sempatkan untuk menulis, sebelumnya aku sempat membaca buku (walaupun tidak selesai hehe) yang aku dapatkan ketika peringatan maulid hari sabtu 25 Januari 2014 beberapa hari yang lalu, ketika aku tahu bahwa ada doorprize aku segera menyiapkan pertanyaan dan selain mengharapkan jawaban aku juga mengharapkan doorprize yang ternyata isinya buku tentang keoptimisan. Sepertinya buku itu tahu tentang kondisiku yang plinplan dalam menetukan tujuan serta kurang berpikir optimis.
Optimis itu sangat penting untuk menghargai setiap jiwa yang hidup dan menghargai kehidupan itu sendiri. Jika semua orang sadar dengan tujuan kehidupannya tidak akan pernah ada kegelapan yang menyelubungi pikiran dan perasaan seseorang hingga menyebabkan tindakan bunuh diri. Kehidupan adalah sebuah amanah yang diberikan Allah, dimana Allah nyatakan dalam Al-Qur’an bahwa Dia menjadikan manusia sebagai khlaifah di muka bumi. Artinya manusia mempunyai tanggung jawab untuk memimpin di dunia. Dan aku juga berpikir bahwa jika memang Sang Pencipta menciptakan kita untuk memimpin pastilah Dia memberikan jiwa kepemimpinan itu kepada manusia. Dan itu berarti kita semua berhak menjadi pemimpin. Namun kembali lagi pada pribadi orang itu sendiri, mau atau tidak mengmbangkan potensi yang ada.
"Optimis". Dalam kehidupan sehari-sehari kita juga harus mempunyai tujuan dan harapan agar kita mempunyai semangat dan selalu mengharapkan pertolongan Yang Maha Kuasa untuk memudahkan jalan kita.
Rasanya aku terhanyut ketika membaca buku-buku yang membangkitan semangat dan memberikanku  inspirasi untuk menjadi seorang penulis, aamiin... :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar