(cerita ini tanggal 28 Januari, aku rasa ini tulisanku yang rada-rada bener. hehe)
Hari ini aku terbangun dari tidurku dan aku masih
diberikan Yang Maha Kuasa untuk merasakan udara dalam tenggorokanku dan nikmat
pagi yang hening bersama teman sekamar. Pukul 04.00 wib aku keluar kamar untuk
sikat gigi dan berwudhu. Sengaja aku tidak menghidupkan lampu kamar agar
temanku tidak terbangun. Setelah tahajud aku merasa ngantuk dan tertidur
menelungkup di sajadah, aku tersadar ketika iqamah dikumandangkan, segera aku
bangkit dan mengambil wudhu lagi. Kali ini aku menghidupkan lampu agar temanku
ikut bangun dan aku segera shalat subuh.
Beberapa saat setelah selesai shalat terdengar suara ibu
asrama membangunkan orang-orang di asrama, serentak temanku bangun dan cepat
berkemas merapikan apa-apa yang masih berantakan.
Hari ini aku merasakan perubahan yang ada didririku
setelah membaca buku yang ditulis oleh Oki Setiana Dewi. Dalam buku itu aku
diajak kedalam cerita keseharian kak Oki (sok akrab) yang tentunya pengalamannya yang tidak
biasa, rasa sosial yang tinggi dan mengajarkanku untuk merenung dan bersyukur
atas segala yang diberikan Sang Pencipta. Akal, fisik yang utuh, keluarga,
kesempatan hidup dan belajar adalah hal yang patut untuk disyukuri. Buku itu
mengajarkanku untuk bermuhasabah, dan berani untuk bermimpi memeluk bulan,
artinya tidak mengecilkan harapan impian
itu walau setinggi apapun, karena Allah selalu mendengar hamba-Nya yang meminta
pada-Nya.
Hari ini aku sangat
bahagia, rasanya buku itu benar-benar bermanfaat untukku, aku berterimakasih
kepada temanku Masita yang telah meminjamkan buku itu. Sosok penulisnya sungguh
menginspirasi agar aku menjadi lebih baik dan selalu memperbaiki diri.
***Dikelas D-IV Kebidanan***
Aku menunggu giliran untuk simulasi, aku sempatkan untuk
menulis, sebelumnya aku sempat membaca buku (walaupun tidak selesai hehe) yang aku dapatkan ketika peringatan
maulid hari sabtu 25 Januari 2014 beberapa hari yang lalu, ketika aku tahu
bahwa ada doorprize aku segera menyiapkan pertanyaan dan selain mengharapkan
jawaban aku juga mengharapkan doorprize yang ternyata isinya buku tentang
keoptimisan. Sepertinya buku itu tahu tentang kondisiku yang plinplan dalam
menetukan tujuan serta kurang berpikir optimis.
Optimis itu sangat penting untuk menghargai setiap jiwa
yang hidup dan menghargai kehidupan itu sendiri. Jika semua orang sadar dengan
tujuan kehidupannya tidak akan pernah ada kegelapan yang menyelubungi pikiran
dan perasaan seseorang hingga menyebabkan tindakan bunuh diri. Kehidupan adalah
sebuah amanah yang diberikan Allah, dimana Allah nyatakan dalam Al-Qur’an bahwa
Dia menjadikan manusia sebagai khlaifah di muka bumi. Artinya manusia mempunyai
tanggung jawab untuk memimpin di dunia. Dan aku juga berpikir bahwa jika memang
Sang Pencipta menciptakan kita untuk memimpin pastilah Dia memberikan jiwa
kepemimpinan itu kepada manusia. Dan itu berarti kita semua berhak menjadi
pemimpin. Namun kembali lagi pada pribadi orang itu sendiri, mau atau tidak mengmbangkan potensi yang ada.
"Optimis". Dalam kehidupan sehari-sehari kita juga harus
mempunyai tujuan dan harapan agar kita mempunyai semangat dan selalu
mengharapkan pertolongan Yang Maha Kuasa untuk memudahkan jalan kita.
Rasanya aku terhanyut ketika membaca buku-buku yang
membangkitan semangat dan memberikanku
inspirasi untuk menjadi seorang penulis, aamiin... :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar